Aksara's Blog

A simple way to translate legal, technical, and financial documents into Bahasa Indonesia by native Indonesian translators

Sabtu, 24 Juli 2010

Penerjemah vs Penterjemah

Terjemah, Penerjemah, & Penerjemahan
Kata penerjemahan adalah bentukan dari kata dasar “terjemah” yang ditambahi dengan awalan pe dan akhiran an. Kata terjemah sendiri merupakan serapan dari kata kerja bahasa Arab “tarjamah” yang secara etimologi berarti “menetapkan suatu makna yang mampu memberikan keterangan dan kejelasan” dan secara terminologi berarti “mengalihkan suatu pembicaraan dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain”. Singkatnya kata “tarjamah” dapat diartikan sebagai “mengalihbahasakan ucapan”.
Dalam tata bahasa Indonesia, awalan pe berfungsi, di antaranya, untuk membentuk kata dasar menjadi kata benda yang memiliki makna “orang yang melakukan perbuatan/berprofesi sebagai”. Sehingga penerjemah (huruf t diganti n karena awalan pe bertemu dengan huruf t) dapat diartikan sebagai “orang yang melakukan pengalihan suatu pembicaraan dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain”. Akhiran an sendiri berfungsi, di antaranya, membentuk makna “hal atau peristiwa” (contoh: “penerjemahan memainkan peran penting dalam sejarah”) dan membentuk makna “proses” (contoh: “penerjemahan dokumen hukum menuntut kelengkapan dan keakuratan”).

Penerjemahan Dokumen dan Penerjemahan Lisan
Meskipun pada mulanya kata “terjemah” hanya menunjuk pada pengalihbahasaan ucapan (mungkin karena budaya lisan lebih dulu ketimbang budaya tulis), dalam perkembangannya, dengan satu dan lain sebab, dalam praktek, penerjemahan tulis (atau dikenal juga dengan sebutan penerjemahan dokumen) lebih mendominasi ketimbang penerjemahan lisan atau penjurubahasaan (yang lazim disebut interpretasi/interpreting).

Penerjemahan Dokumen
Dalam praktek penerjemahan, secara garis besar jenis dokumen ada 2 macam, yaitu dokumen hukum dan dokumen non-hukum (baca: umum).
Di antara dokumen hukum adalah: Akta Lahir, Akta Nikah, Akta Pendirian, Akta Perubahan, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Perjanjian Kerja, Perjanjian Distribusi, Perjanjian Kerjasama, Piagam Penghargaan, Ijazah (dan dokumen akademik lainnya), Kartu Tanda Penduduk (dan dokumen pribadi lainnya), Peraturan Menteri, Peraturan Presiden, Keputusan Menteri, Keputusan Presiden, Litigasi, Arbitrase, Putusan Pengadilan, Hak Kekayaan Intelektual, Merek Dagang, Paten, Lisensi, Asuransi, Surat Kuasa, dsb.
Sedangkan dokumen umum mencakup semua dokumen selain dokumen hukum, meskipun seringkali di dalamnya terdapat frase bermuatan hukum, seperti sanggahan (disclaimer). Dokumen jenis ini meliputi bidang teknik, keuangan, kedokteran, dan sosial (humaniora). Untuk penerjemahan dokumen hukum, biasanya ada ketentuan khusus mengingat, di antaranya, penerjemahan dokumen ini bukan hanya dituntut untuk bisa dipahami maksudnya, tapi juga harus akurat dan lengkap. Untuk itu, sejumlah upaya dilakukan, di antaranya dengan penyeleksian penerjemah kualifikasi teks hukum. Penerjemah yang lulus seleksi ini umum disebut sebagai penerjemah resmi atau penerjemah bersumpah (di bawah sumpah).

Penerjemah Resmi atau Penerjemah Bersumpah Lintas Negara

Argentina
Berdasarkan UU #20.305, semua dokumen publik (termasuk dokumen pribadi dan komersial) harus diterjemahkan dan ditandatangani oleh “penerjemah publik resmi”, yang stempel dan tanda tangannya harus dilegalisasi di tiap halaman oleh lembaga profesional penerjemah yang memiliki yurisdiksi. Semua orang, perusahaan, lembaga peradilan dan lembaga pemerintah lainnya tunduk pada undang-undang mengenai dokumen atau pernyataan dalam bahasa asing ini. Untuk bisa diakui sebagai penerjemah publik untuk bahasa-bahasa mayor di Eropa, kandidat harus mengikuti kursus-kursus di universitas yang mengarah pada gelar traductor p├║blico (penerjemah publik).

Indonesia
Di Indonesia, istilah penerjemah tersumpah/bersumpah/resmi merujuk pada orang yang mengikuti dan lulus ujian kualifikasi teks hukum yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Setelah lulus, peserta ujian tersebut kemudian diambil sumpahnya oleh Gubernur DKI Jakarta. Isi sumpah tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bahwa saya, untuk diangkat sebagai penerjemah, dari Bahasa …………… - ………………, baik langsung maupun tidak langsung, dengan nama atau dalil apapun, tidak memberikan sesuatu, atau menjanjikan memberikan sesuatu kepada siapapun juga;
  • Bahwa tugas-tugas jabatan saya itu, akan saya penuhi dengan kebenaran sesungguhnya, dan akan saya lakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan secepat mungkin; Bahwa saya, akan mentaati menurut kebenaran yang sesungguhnya, menerjemahkan surat-surat yang diberikan kepada saya, tanpa menambah maupun mengurangi maksudnya;
  • Bahwa saya, dalam memperhitungkan penghasilan, akan tunduk kepada ketentuan yang dibuat, atau akan dibuat oleh pemerintah;
  • Bahwa saya, tidak akan mengumumkan segala sesuatu, yang harus dirahasiakan dalam tugas jabatan saya;
  • Bahwa saya, untuk melakukan sesuatu atau tidak me lakukan sesuatu, dengan dalil apapun, yang bertentangan dengan sumpah ini, tidak akan menerima baik langsung maupun tidak langsung, dari seseorang sesuatu janji atau hadiah.


Jerman
Pengadilan-pengadilan negeri (Landgerichte) di Jerman memiliki wewenang untuk mengangkat “penerjemah bersumpah”. Gelar khusus dan prosedur pengangkatan berbeda di setiap negara bagian. Di kebanyakan kasus, kandidat penerjemah bersumpah diwajibkan untuk lulus ujian.

Italia
Baik pengadilan maupun konsulat Italia memiliki wewenang untuk mengangkat kandidat “penerjemah resmi” (traduttori giurati or ufficiali) yang lulus ujian atau yang menunjukkan bukti keahlian bahasa (biasanya sarjana).

Meksiko
Di Meksiko, sejumlah lembaga, seperti Mahkamah Agung, menetapkan bahwa ujian lisan dan tertulis harus dilewati oleh penerjemah untuk diakui sebagai penerjemah ahli atau penerjemah bersumpah (penerjemah ini tidak bersumpah di hadapan pengadilan untuk diresmikan).

Norwegia
Para kandidat penerjemah bersumpah disahkan oleh Himpunan Penerjemah Resmi Pemerintah, setelah mereka lulus ujian yang sangat berat. Para kandidat yang lulus kemudian diberi wewenang oleh pemerintah Norwegia untuk menandatangani terjemahan mereka, setelah kalimat “True Translation Certified”. Himpunan ini didirikan pada tahun 1913.

Polandia
Standar penerjemahan di Polandia diatur oleh salah satu bagian di Departemen Kehakiman dan setiap penerjemah yang ingin menyediakan layanan penerjemahan harus lulus ujian resmi. Setelah itu penerjemah tersebut diakui sebagai penerjemah “bersumpah” – seperti di Meksiko. Namun demikian, untuk terjemahan umum (bisnis, administrasi, korespondensi) sudah cukup ahli independen di bidangnya.

Afrika Selatan Di Afrika Selatan, penerjemah harus disahkan oleh Pengadilan Tinggi, dan harus menggunakan teks original (atau salinan bersumpah teks original) dengan kehadiran fisiknya sebagai teks sumbernya. Penerjemah hanya dapat bersumpah atas terjemahannya sendiri. Tidak ada persyaratan saksi tambahan (seperti notaris) untuk menyatakan keaslian terjemahan.

Spanyol
Hanya penerjemah bersumpah yang dapat melakukan penerjemahan bersumpah di Spanyol. Untuk menjadi penerjemah bersumpah di Spanyol kandidat harus lulus ujian yang diadakan oleh Departemen Luar Negeri dan Kerjasama Spanyol. Setelah lulus ujian tersebut , kandidat boleh mengajukan permohonan pengesahan sebagai “interpreter bersumpah”. Kemudian penerjemah tersebut diharuskan mendaftarkan stempel dan tanda tangannya serta melaporkan rate terjemahan bersumpah-nya kepada Menteri, yang memasukkan data penerjemah ke dalam daftar umum interpreter bersumpah. Mereka yang mengambil studi Penerjemahan dan Interpretasi di Universitas Spanyol, juga dapat mengambil mata kuliah yang membuat mereka bisa mengajukan permohonan sertifikat penerjemah bersumpah dan, setelah mereka mendaftarkan stempel dan tanda tangan, mereka dimasukkan dalam daftar dan dapat bekerja sebagai penerjemah bersumpah.

Swedia
“Kammarkollegiet” adalah sebuah lembaga resmi yang memberi wewenang kepada interpreter dan penerjemah, yang harus lulus ujian berat yang diselenggarakan oleh lembaga ini. Penerjemah resmi (authorized translator) menyandang gelar profesional yang dilindungi, dan terjemahannya dianggap sah dan mengikat untuk semua kepentingan resmi.

Amerika Serikat Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga Kerja menyatakan: “Saat ini tidak ada bentuk sertifikasi universal yang diperlukan bagi interpreter dan penerjemah di Amerika Serikat, namun ada bermacam ujian yang dapat diikuti oleh para pekerja untuk menunjukkan keahlian”.

0 Komentar Penerjemah vs Penterjemah

Posting Komentar

Back To Top